Wabup Gusli: Ketahanan Pangan Konawe akan Bertumpu pada Kekuatan Lokal Agroindustri

  • Bagikan
Wakil Bupati Konawe, Gusli Topan Sabara

UNAAHA – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Konawe oleh pasangan Bupati dan Wakil Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa dan Gusli Topan Sabara terus menggenjot terwujudnya program “Konawe Gemilang” sebagaimana visi-misi mereka lima tahun mendatang.

Konsep Konawe Gemilang ini berfokus pada beberapa sektor mulai dari industri, pertanian, pembangunan, ketahanan pangan, pendidikan, kesehatan, budaya dan sosial kemasyarakatan. Konsep inilah yang terus dikebut pemerintah daerah untuk segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Bicara ketahanan pangan, Kabupaten Konawe akan mengandalkan potensi daerah khususnya agroindustri yang bersumber dari kekuatan lokal Konawe melalui pertanian, peternakan dan perikanan kelautan.

Konsep ini disampaikan Wakil Bupati Konawe, Gusli Topan Sabara saat memaparkan konsep Konawe Gemilang dihadapan Dirjen Tata Ruang Kementerian Agraria dan Badan Pertanahan Nasional pada rapat lintas sektor di Jakarta 17 Februari lalu.

Dipaparkan Gusli, Konawe akan mengandalkan kekuatan industrinya untuk menstimulan agroindustri lewat penguatan Mikro dan UKM. Hasilnya, agroindustri inilah yang akan bertumbuh dan mewujudkan ketahanan pangan di tengah industri yang mengelilingi Kabupaten Konawe.

Wakil Bupati Konawe, Gusli Topan Sabara saat memaparkan konsep Konawe Gemilang dihadapan Dirjen Tata Ruang Kementerian Agraria dan Badan Pertanahan Nasional pada rapat lintas sektor di Jakarta 17 Februari lalu.
Wakil Bupati Konawe, Gusli Topan Sabara saat memaparkan konsep Konawe Gemilang dihadapan Dirjen Tata Ruang Kementerian Agraria dan Badan Pertanahan Nasional pada rapat lintas sektor di Jakarta 17 Februari lalu. (Ist)

“Jadi surlpus kami di bidang industri akan kami stimulan kepada mikro dan UKM, sebagaimana kami inginnya agar kawasan industri tetap menjadi wilayah yang ramah terhadap mikro UKM,” papar Gusli dihadapan Dirjen Tata Ruang Kementrian Agraria dan Tata Ruang Badan Pertanahan Nasional, Abdul Kamarzuki.

Di Konawe sendiri, pelaksanaan misi ketahanan pangan telah berjalan. Seperti dibidang pertanian, Konawe menarget 1 juta ton beras tiap tahunnya. Peternakan, Konawe menarget sejuta ekor sapi. Sementara di bidang perikanan, Konawe punya konsep seribu kolam ikan.

Gusli mengakui, di Sulawesi Tenggara (Sultra) Konawe adalah Kabupaten yang daerah industri tambangnya terbesar. Namun, tentang ketahanan pangan Gusli yakin tetap bisa mewujudkannya, terlebih Konawe sudah ada ketahanan lokal yang mendukung misi ini.

“Ketahanan pangan kita sangat memadai. Makanya sekalipun kita di tengah industri kita tetap bertumpuh pada ketahanan pangan,” ujar Gusli.

Adapun konsep yang ditawarkan Gusli untuk lebih menguatkan misinya, ia menyampaikan akan menjadikan ibu kota Kabupaten Konawe, Unaaha sebagai kota di tengah sawah.

Wakil Bupati Konawe, Gusli Topan Sabara saat memaparkan konsep Konawe Gemilang dihadapan Dirjen Tata Ruang Kementerian Agraria dan Badan Pertanahan Nasional pada rapat lintas sektor di Jakarta 17 Februari lalu.
Wakil Bupati Konawe, Gusli Topan Sabara saat memaparkan konsep Konawe Gemilang dihadapan Dirjen Tata Ruang Kementerian Agraria dan Badan Pertanahan Nasional pada rapat lintas sektor di Jakarta 17 Februari lalu.

Konsep ini kata dia, akan menjadikan Konawe sebagai daerah pertama yang dan satu-satunya di Indonesia yang kotanya ada di tengah sawah. Gusli yakin ini dapat dilaksanakan.

Dengan begitu, keinginan lain Gusli, menjadi pelopor dan contoh daerah yang ketahanan pangannya bersumber dari kekuatan lokalnya tercapai. (Red)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *