Unras LPRI Soal Kisruh Tambang di Routa, Rusdianto Sebut PT.SCM Harus Dijaga Bersama

  • Bagikan
Wakil Ketua DPRD Konawe, Rusdianto, SE,MM saat menemui massa aksi LPRI.Foto:kabaranoa.id

Konawe – Puluhan massa aksi dari Lembaga pengawasan reformasi Indonesia (LPRI) Kabupaten Konawe menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Senin 20 Pebruari 2023.

Aksi LPRI ini terkait demonstrasi yang terjadi di Kecamatan Routa belum lama ini yang menimbulkan kericuhan antara massa aksi dengan pihak keamanan karena petinggi PT. Sulawesi Cahaya Mineral (SCM ) tidak menemui masa aksi.

Salah satu orator, Aljan menuding kekisruhan yang terjadi di Routa karena didalangi oleh oknum-oknum yang memiliki kepentingan pribadi. Masa aksi juga mempersoalkan pembayaran ganti rugi tanaman milik warga yang masuk di IUP PT SCM di Kecamatan Routa

Wakil Ketua DPRD Konawe, Rusdianto, SE,MM (kiri) bersama Anggota DPRD Ginal Sambarli (kanan)saat menemui massa aksi LPRI.Foto:kabaranoa.id

Masalah lain yang timbul, kata Aljan yakni kehadiran Investasi di bumi Konawe seharusnya memberikan ruang bagi tenaga kerja lokal untuk diterima bekerja, tetapi justru warga dari luar daerah yang banyak bekerja disana.

“Karena itu, LPRI Konawe meminta agar pihak DPRD Konawe untuk memanggil pihak PT.SCM guna melaksanakan Rapat Dengar Pendapat (RDP) membahas ketenagakerjaan lokal yang berada di PT.SCM Kecamatan Routa,”tegas Aljan.

Sementara orator lainnya, Satriadin membeberkan, pemerintah Kecamatan Routa dinilai gagal menyelesaikan persoalan yang ada di Routa. Sehingga aksi demonstrasi yang terjadi beberapa waktu yang lalu di Routa berakhir ricuh.

Pantauan kabaranoa.id, aksi yang berlangsung di Kantor DPRD para pengujuk rasa sempat bersitegang dengan Satpol-PP. Dipicu saat Satpol-PP melarang sejumlah pengunjukrasa membakar ban.

Untuk meredam aksi massa berlanjut Wakil Ketua DPRD Konawe, Rusdianto, SE,MM bersama Anggota DPRD Ginal Sambarli keluar menemui aksi massa.

Wakil Ketua DPRD Konawe, Rusdianto, SE,MM saat menemui massa aksi LPRI.Foto:kabaranoa.id

Dalam kesempatan itu, Rusdianto mengatakan memberikan dukungan dengan gerakan LPRI hari ini dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat dan para pencari Kerja khususnya masyarakat kabupaten Konawe.

“Terkait masalah-masalah yang timbul denagn keberadaan SCM pihak DPRD akan mencarikan solusinya. Bahwa memang informasih terkait tenaga kerja yang justru semua bukan berasal dari masyarakat kabupaten konawe,”kata Rusdianto.

Namun Rusdianto berharap agar keberadaan Investasi PT. SCM di Kecamatan Routaharus dijaga  bersama karena Ia meyakini keberadaan SCM akan membawa dampak positif atas kemajuan daerah Kabupaten Konawe dan terkhusus para pencari kerja.

“SCM ini perlu kita jaga dan amankan, karena kami yakin bahwa SCM akan lebih besar dari virtu dan oss. SCM merupakan sumber pendapatan konawe dan menjadi tempat pencari kerja masyarakat kita di kabupaten konawe,”tegas Rusdianto.

Massa aksi LPRI saat berunjukras di kantor DPRD Kabupaten Konawe.Foto:kabaranoa.id

Menyoal surat kepemilikan tanah atau SKT yang belum dituntaskan oleh pihak perusahaan Rusdianto mengaku bahwa pihaknya telah mendapatkan informasi bahwa tanaman milik warga yang masuk dalam kawasan IUP PT SCM pasti akan dibayarkan.

Terakhir kata Rusdianto, pihaknya akan mencari waktu mendatangkan pihak PT. SCM guna membahas serta mencari solusi terkait persoaln-persoalan yang timbul ditengah-tengah masyarakat.

Seperti diketahui, PT Sulawesi Cahaya Mineral (SCM) merupakan tambang biji nikel. Saat ini, SCM memilki Izin Usaha Pertambangan (IUP) seluas 21.100 hektar (ha) di Kecamatan Routa, Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara (Adv)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *