Siswa SDN 3 Unaaha Pingsan Usai Divaksin, Badan Dingin dan Pucat

  • Bagikan
Ketgam. Fatir saat diberi pertolongan. Foto: iwal/kabaranoa.id

KABARANOA.ID: KONAWE – Dibalik suksesnya kegiatan vaksinasi di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 3 Unaaha pada Selasa (8/2/2022), ada kejadian tak biasa. Seorang murid kelas VIII, Fatir, pingsan usai divaksin dosis pertama.

Pantauan Kabaranoa.id, Fatir belum lama usai divaksin, tiba-tiba jatuh pingsan. Ia lalu dibawa oleh tim medis, ke salah satu ruangan kelas SDN 3 Unaaha.

Masih lengkap berseragam putih merah, Fatir dengan kondisinya yang lemas itu, langsung dibaringkan di meja. Badannya dingin dan pucat. Sementara itu, ibunya setia menemani anaknya dengan cemas.

Berbagai pertolongan diberikan dengan kondisi baju terbuka setengah. Mulai pemberian minum, sapuan minyak telon di perut, hingga pijatan pelan di kaki dan tangan diterima Fatir.

Usaha itu membuahkan hasil. Fatir yang semula pucat dan dingin, mulai membaik. Matanya terbuka lebar, tubuhnya hangat dengan warna normal seperti sedia kala.

Fatir yang mulai sehat, tak langsung berlalu pulang bersama ibunya. Ia masih berbaring sekira satu jam lamanya. Beberapa orang datang menjenguk, mulai pejabat eselon dua hingga Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Konawe, Ferdinand Sapan.

Ketgam: Sekda Konawe, Ferdinan Sapa saat melihat kondisi Fatir yang sudah siuman dari pingsan. Foto: Redaksi Kabaranoa.id.

Ibu Fatir, Jumhayati kepada Kabaranoa.id bercerita, anaknya pada pagi hari, begitu semangat ke sekolah, lantaran bakal menerima vaksin Covid-19.

Ia pun memberikan sarapan pagi kepada anaknya sebelum berangkat ke sekolah. Hal ini diketahuinya, karena ada sosialisasi sebelum pelaksanaan vaksinasi.

Tak hanya sekali, usai proses skrining oleh tenaga medis, Fatir kembali diberi makan sebelum divaksin. Setelah menunggu cukup lama, anaknya lalu disuntik.

“Iya kira-kira setengah setelah divaksin, lalu kejadian itu (pingsan-Red). Padahal dia duduk terusji setelah divaksin tapi dirasa capek katanya. Pas mau pulang langsung muntah di motor,” terang Jumhayati.

Ia menambahkan, anaknya memang beraktivitas sehari-hari dengan kondisi fisik lemah. Kondisi ini sudah sejak kecil, lantaran dilahirkan dengan kondisi prematur.

“Memang kasian lahirnya prematur delapan bulan,” katanya.

Sementara itu, petugas Puskesmas Unaaha, dr. Nurmiana kepada awak media menjelaskan, Fatir dinyatakan sebagai murid yang layak vaksin, sesuai dengan hasil skrining oleh tenaga medis.

“Cuma karena habis skrining, agak lama menunggu untuk divaksin dan cuaca juga panas makanya capek, itu mungkin penyebabnya,” katanya.

Dijelaskannya, penyebab pingsan siswa tersebut bukan karena riwayat penyakit. Kondisi demikian merupakan efek samping dari vaksin Covid-19 yang disebut Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI).

“Vaksin kedua untuk Fatir tetap akan diberikan tapi mungkin di rumah sakit, tidak di tempat umum seperti ini,” tutup Nurmiana.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *