Ribuan Orang Serbu Gedung DPRD Koltim, Yel-yel SBM Bergema

  • Bagikan
Ribuan Masyarakat yang tergabung dalam kelompok Lintas Etnis Kolaka Timur (Koltim), menyerbu Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Foto : Iwal Kabaranoa.id

KABARANOA.ID : TIRAWUTA – Masyarakat yang menyebut diri kelompok Lintas Etnis Kolaka Timur (Koltim), menyerbu Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), di Kecamatan Loea, Senin (4/10).

Massa dari 12 kecamatan ini, merupakan pendukung setia istri almarhum Samsul Bahri yakni Diana Massi yang digadang-gadang maju sebagai calon Wakil Bupati (Wabup) Koltim.

Pantauan Kabaranoa.id, jumlah masyarakat sekira ribuan orang. Tak hanya pria, para ibu rumah tangga juga ikut dalam rombongan, dengan membawa foto Diana Massi, tanda dukungan diberikan.

Awalnya mereka berkumpul di lapangan sepak bola, Desa Lalingato, Kecamatan Tirawuta, pagi hari. Tampak ratusan kendaraan, baik roda dua maupun empat, memenuhi area sekitar lapangan.

Massa kemudian mendatangi Kantor DPRD Koltim. Beberapa perwakilan etnis dan pemuda, dipersilahkan masuk ruangan oleh legislator untuk dilakukan rapat dengar pendapat (RDP).

Sementara rapat berlangsung dalam gedung, massa menunggu di luar pagar kantor. Mereka mendesak agar segera dipercepatnya mekanisme pemilihan Wabup Koltim yang selama ini dianggap alot.

Usai RPD, anggota DPRD dari partai yang tergabung dalam koalisi Samsul Bersama Merya (SBM), pada Pilkada 2020 lalu, bersama perwakilan masyarakat, keluar menemui massa aksi.

Legislator Andi Musmal dari Partai Amanat Nasional (PAN). Foto: Iwal/KabarAnoa.id

Legislator diberi kesempatan berbicara. Andi Musmal dari Partai Amanat Nasional (PAN), mengatakan bahwa setelah RDP hari ini, DPRD Koltim besok akan berkoordinasi bahkan mendatangi Pemprov Sultra, dalam rangka percepatan pemilihan Wabup.

Disela-sela pidato, suasana sempat sendu, saat Andi Musmal mengajak masyarakat meneriakkan yel-yel SBM, mengenang saat masa kampanye lalu. Ia saling bersahutan dengan massa.

“SBM ewako, SBM sosoito, SBM pancen oye, SBM becik pisan,” teriak Andi Musmal bersama massa.

Yel-yel ini kata Andi Musmal, mengingatkan kita kepada sosok almarhum bupati Samsul Bahri yang dianggap sebagai tokoh pemersatu, dari banyaknya suku dan agama yang hidup berdampingan di Koltim.

Andi Musmal juga mengingatkan kepada massa, tentang perjuangan SBM selama dua tahun jelang Pilkada 2020. Suka duka, hinaan, bahkan ejekan telah diterima. Begitu banyak kenangan yang menggugah hati.

“Jadi ini merupakan pemersatu kita, olehnya beri kami kepercayaan. Insyaallah dalam waktu yang tidak lama akan ada progres yang baik untuk pemilihan Wabup,” ucapnya.

Teriakan kembali bergema, saat salah satu legislator perempuan dari PDIP, Hj. Murni berbicara. Massa yang awalnya lesu lantaran teriknya matahari, kembali bersemangat. Sahut-menyahut terjadi, kekompakan terbangun.

“Saya dan teman-teman tetap berkomitmen yang sama dengan kalian. Sekali ewako tetap ewako,” ucap Murni dengan nada lantang.

legislator perempuan dari PDIP, Hj. Murni. Foto: Iwal/KabarAnoa.id

Beberapa angota DPRD lainnya juga ikut berpidato, memberikan dukungannya kepada Diana Massi untuk menduduki kursi Wabup Koltim. Rahmatia Lukman dari PAN mengatakan, dirinya secara pribadi memberikan dukungan, semoga disahuti oleh Parpolnya secara baik.

Dari Demokrat, Bahrul juga menyatakan diri mendukung Diana Massi, hanya saja keputusan ada di tangan Parpol, apalagi dirinya mengaku tidak punya power karena bukan termasuk pengurus inti.

Di lain sisi, Asri Alam Andi Baso yang didapuk sebagai juru bicara (Jubir) kelompok Lintas Etnis Koltim, kepada awak media mengatakan, pihaknya mendorong percepatan pengisian Wabup secepatnya, lantaran adanya geliat yang tak sesuai dengan keinginan masyarakat.

“Banyak sekarang bahasa liar, mungkin karena kepentingan politik, mereka mau menunggu sampai adanya vonis kepada bupati Andi Merya, kemudian bupati dan wakilnya diisi secara berpasangan. Kita tidak ingin seperti itu, karena nyatanya yang kosong sekarang Wabup saja,” ucapnya.

Lanjut Asri sapaan akrabnya, sejak awal bupati Andi Merya sebelum OTT, sudah pernah bersurat kepada DPRD Koltim, untuk pemilihan Wabup Koltim, sehingga ini harus ditindaklanjuti secepatnya.

“Terkait penjelasan DPRD tadi, puas tidak puas itu subjektif. Tapi tadi masyarakat sudah menangkap harapan itu. Jika ini masih alot terus, gerakan dari bawah pasti terjadi lagi,” tutupnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *