Ramai-ramai Warga Turunkan 70 Ekskavator Penambang Nikel di Andowia

  • Bagikan
Ketgam. Masyarakat Kecamatan Andowia saat menurunkan alat berat. Foto: Istimewa.

KABARANOA.ID: KONUT – Puluhan orang dari Kecamatan Andowia, Kabupaten Konawe Utara (Konut), terpaksa harus menghentikan 70 ekskavator penambang nikel yang beroperasi di wilayahnya.

Masyarakat Andowia dengan keterampilannya mengendarai ekskavator, menurunkan alat berat itu dari atas gunung lokasi penambangan, sejak Selasa malam hingga Rabu pagi (12-13/4/2022).

Perwakilan masyarakat Kecamatan Andowia, Muhammad Rizky, kepada awak media, Kamis (14/4/2022), mengungkapkan bahwa penurunan alat berat ini, lantaran rasa kesal dengan kegiatan penambangan yang menerobos lahan warga.

Dijelaskan Rizky, penambangan ini dilakukan di Blok Mandiodo, Kecamatan Molawe, namun kini melebar hingga ke Andowia, sehingga masyarakat marah hingga terjadi penghentian kegiatan.

“Kurang lebih 50 hektar di blok Mandiodo yang juga telah menerobos kawasan hutan lindung, hingga ke di wilayah Andowia. Ini jelas suatu tindak penyerobotan lahan dengan cara semena-semena¬†terhadap lahan masyarakat,” ucapnya.

Menurut Rizky, selain penyerobotan lahan, terdapat pula dampak lingkungan, mengakibatkan terganggunya stabilitas ekosistem dan sosial kebudayaan masyarakat, antara lain berkurangnya daya resapan hingga perubahan warna air gunung, termasuk bertebarannya debu yang begitu banyak.

“Dengan pertimbangan itu, maka masyarakat mengeluarkan alat berat yang sedang beroperasi,” Kata Resky.

Menurut rizky, penguasaan masyarakat terhadap wilayah adat, ditegaskan dalam Pasal 5 Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA), serta Pasal 4 Undang-Undang No 41 tahun 1999 tentang kehutanan.

Disebutkan bahwa penguasaan dan pengaturan oleh negara terhadap hutan, tetap menghormati masyarakat hukum adat serta kearifan lokal yang hidup di dalamnya.

“Hubungan masyarakat dengan tanah sangat erat, tanah tidak hanya memiliki nilai ekonomi melainkan memiliki nilai sosial yang kompleks dan fungsi sosial. Asas ini diatur pula di dalam pasal 6 UUPA,” katanya.

Rizky meminta agar pihak penambang segera menghentikan segala tindakan tidak ramah yang dapat mengakibatkan masyarakat menjadi tumbal, dari keserakahan kelompok-kelompok tertentu.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *