Pengembangan Wisata Situs Budaya Kendari, 64 Orang Diberi Pelatihan Khusus

  • Bagikan
Wakil Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran saat membuka pelatihan kepada 64 pemandu wisata situs budaya.Foto: Eko

KABARANOA.ID : KENDARI – Pemerintah Kota Kendari, saat ini mulai melirik pengembangan sejumlah situs peninggalan sejarah yang tersebar di beberapa kecamatan, sebagai bagian dari kegiatan wisata dan ikon daerah.

Keseriusan pemerintah ini, ditandai dengan diadakannya pelatihan kepada 64 pemandu wisata situs budaya, terdiri dari juru pelihara dan masyarakat, oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Kendari, di Zenith Hotel, Selasa (16/11/2021).

Wakil Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran dalam sambutannya menyampaikan, pengembangan wisata ini dalam rangka meningkatkan minat kunjungan wisatawan, baik domestik maupun asing dengan memperhatikan strategi pengembangan sejarah dan budaya lokal yang efektif.

Menurutnya, tingginya kunjungan di setiap daerah, sangat dipengaruhi oleh layanan kepariwisataan, salah satunya melalui strategi pengembangan sejarah dan budaya lokal, sehingga kegiatan ini bakal efektif menarik minat wisatawan kedepan.

Cagar budaya sebagai warisan budaya masa lalu, dapat memberi kontribusi bagi pengembangan kepariwisataan secara umum, tentunya melalui pengetahuan dan pemahaman yang dimiliki oleh orang yang memiliki profesi dan kepedulian di bidang tersebut.

Wakil Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran disaat memberikan sambutan kepada peserta kegiatan.Foto: Eko

Olehnya, ia menekankan pentingnya pengembangan pengetahuan dalam bidang cagar budaya dan sejarah, utamanya kepada generasi muda, sebagai pelanjut pembangunan daerah.

Berbagai warisan leluhur keberadaanya, harus dipelihara hingga memberikan sumbangsih juga kontribusi. Secara arkeologi juga merupakan hal yang menarik, jika terus dikelola berdasarkan kemampuan yang memadai.

“Selamat mengikuti pelatihan ini bagi para peserta. Semoga ini dapat memberikan wawasan yang nantinya dapat diimplementasikan kepada wisatawan secara bertanggung jawab dan profesional,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas (Kadis) Pariwisata dan Kebudayaan Kota Kendari, Abdul Rifai, menjelaskan bahwa anggaran kegiatan ini berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Non Fisik Pelayanan Kepariwisataan Tahun Anggaran 2021.

Ia juga menerangkan, ada 7 wisata situs dalam Kota Kendari yang saat ini dapat dikembangkan dalam mendorong kegiatan pariwisata, termasuk beberapa lokasi wisata pantai dan kuliner.

“Saya berharap peserta pelatihan dapat mengembangkan kemampuan secara memadai,” tutup Abdul Rifai.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *