Pemda Konawe Launching Pencanangan Vaksinasi Covid-19

  • Bagikan
Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Konawe, Irwanuddin Tadjuddin saat melakukan vaksinasi disaksikan Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa. Ia adalah orang pertama yang menerima vaksin di Kabupaten Konawe. (Foto/Saldy)

UNAAHA, – Pemerintah Daerah (Pemda) Konawe secara resmi melaunching pencanangan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di lingkup Kabupaten Konawe. Launching digelar di pendopo kantor bupati, Kamis (14/1/2021) yang dibuka oleh Bupati Kery Saiful Konggoasa.

Vaksinasi Covid-19 ini sendiri menggunakan vaksin Sinovac Biotech yang dikembangkan oleh perusahaan farmasi di Tiongkok, China. Vaksin ini lebih dulu sampai di Konawe pada Selasa 12 Januari.

Pelaksanaan vaksinasi juga dihadiri sejumlah pejabat tinggi daerah antara lain Sekretaris Daerah (Sekda) Konawe, Ferdinan Sapan serta sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), anggota dewan, organisasi non pemerintah dan TNI/Polri.

Pada kesempatan itu ada 10 orang yang divaksin perdana yaitu Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari), Irwanuddin Tadjuddin Konawe menjadi orang yang pertama kali divaksin. Selanjutnya, disusul Wakil Ketua I DPRD Konawe, Kadek Rai Sudiani.

Sementara itu delapan nama lainnya yang juga ikut divaksin adalah Kepala Kemenag Konawe Ahmad Lita R, Direktur RS Konawe dr. Agus Lahida, Kapolsek Unaaha Kadek Sudiadnyana, Wakil Ketua MUI Konawe, Sultan, Perwakilan IDI Moh. Sohibul Kirom, perwakilan PPNI Heti, perwakilan Hindu Ketut Sucika dan perwakilan Kristiani Pdt. Natan Togau.

Bupati Kery yang turut hadir tidak ikut divaksin pada kesempatan itu. Awalnya Kery termasuk salah satu yang akan divaksin pertama kali, namun karena punya riwayat tensi darah tinggi, jadi ia tak memenuhi syarat lagi.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Konawe, Irwanuddin Tadjuddin saat melakukan vaksinasi disaksikan Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa. Ia adalah orang pertama yang menerima vaksin di Kabupaten Konawe. (Foto/Saldy)

Kery dalam sambutannya menyampaikan, pandemi Covid-19 ini telah berdampak dan menjadikan masalah kesehatan secara global, tidak hanya di Kabupaten Konawe bahkan ditingkatkan nasional dan dunia. Dengan adanya vaksinasi ini diharapkan dapat memutus mata rantai penyebaran Covid-19 ini.

Dikatakan, launching pencanangan vaksinasi ini untuk mengedukasi masyarakat agar tidak perlu takut melakukan vaksin. Kata dia, secara resmi BPOM telah memberikan izin untuk produk vaksin. Begitu pun dengan MUI telah mengeluarkan fatwa yang memutuskan bahwa vaksin Sinovac bersifat halal.

Kery pun menyampaikan terima kasihnya kepada seluruh pihak yang turun menyukseskan vaksinasi ini. Ia berharap vaksinasi ini bisa segera dilakukan ke masyarakat luas Kabupaten Konawe. Dan pandemi Covid-19 bisa segera berakhir.

“Upaya pemerintah pusat dalam mengadakan vaksin ini perlu mendapat apresiasi dari kita semua, meski demikian sosialisasi dan pemanfaatan vaksin harus dilakukan dengan optimal, agar masyarakat kita tidak mengabaikan dalam menjalankan protokol kesehatan dalam kehidupan kesehariannya,” ucapnya.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Konawe, drg. Mawat Taligana menyebut vaksinasi ini dilakukan sebanyak dua kali, pertama yakni di acara launching itu dan setelahnya 14 hari kemudian pasca disuntik perdana.

Adapun tahapan untuk melakukan vaksinasi melalui empat tahap yaitu tahap pertama, validasi data. Kedua, tahap screning riwayat kesehatan. Ketiga, tahap vaksinasi. Terakhir, tahap opservasi atau pemantauan kondisi orang yang telah divaksin kurang lebih selama 30 menit pasca vaksinasi.

Acara Launching Pencanangan Vaksinasi Covid-19. Hadir (kedua dari kiri) Wakil Ketua I DPRD Konawe, Kadek Rai Sudiani, Sekda Konawe, Dr. Ferdinand, Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa dan Kajari Konawe, Irwanuddin Tadjuddin.

Untuk jumlah vaksin yang tersedia, saat ini jumlah masih 3600 pack atau untuk 1800 orang yang merupakan tenaga kesehatan. Diakui drg. Mawar jumlah ini masih kurang banyak jika dibanding data tenaga kesehatan yang jumlahnya 2004 orang.

“Jumlah tersebut masih akan berkembang, karena terus dilakukan pendataan. Untuk yang terdaftar itu sudah melalui verifikasi aplikasi yang terhubung BPJS,” ujarnya drg. Mawar.

Adapun pelaksanaan vaksinasi di tingkat tenaga kesehatan, akan menunggu instruksi dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia. Namun secepatnya akan dilakukan distribusi ke puskesmas-puskesmas.

Adapun petugas vaksinasi ini sudah dilakukan pembekalan secara profesional dan terlatih oleh Kemenkes langsung. Sehingga saat vaksinasi ini sudah masuk ke masyarakat umum, tiap puskesmas sudah dapat menerima calon peserta vaksin. (Red)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *