Pemda Koltim Bakal Pindahkan RSUD ke Ibukota

  • Bagikan
Foto: Iwal/Kabaranoa.id Ketgam. Bupati Koltim, Andi Merya Nur saat memimpin Rakor pembangunan RSUD Koltim.
Foto: Iwal/Kabaranoa.id Ketgam. Bupati Koltim, Andi Merya Nur saat memimpin Rakor pembangunan RSUD Koltim.

KOLAKA TIMUR – Bupati Kolaka Timur (Koltim), Andi Merya Nur, beberapa waktu lalu memimpin forum rapat koordinasi (Rakor) pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Koltim yang turut dihadiri Sekda, Andi Muhammad Iqbal Tongasa, Kepala OPD, serta beberapa pihak terkait, di Aula Bappeda.

Dalam rapat, dijelaskan bupati bahwa Pemda saat ini merencanakan untuk membangun RSUD di ibukota Koltim yakni Kecamatan Tirawuta. Hal ini penting karena rumah sakit kabupaten yang selama ini beroperasi di Kecamatan Ladongi, dianggap tidak strategis karena jaraknya cukup jauh.

Akibat jaraknya yang jauh itu, proses distribusi berbagai kebutuhan untuk memperbaiki sarana dan prasarana kesehatan menjadi kurang lancar. Tak hanya itu, jarak lagi-lagi menjadi kendala serius

dalam rangka percepatan penanganan Covid-19, lantaran tim gugus tugas berpusat di Tirawuta, sedangkan RSUD di Ladongi.

“Lokasinya diupayakan di poros ibukota. Jadi pelayanan bisa lebih maksimal lagi, tim yang bekerja pun menjadi lebih semangat,” ucap mantan Wakil Bupati Koltim itu.

Dalam rapat ini, bupati mengharapkan semua pihak yang terkait dengan rencana pembangunan RSUD ini untuk terlibat aktif dalam mewujudkan pendekatan pelayanan kepada masyarakat. Sosialisasi juga diharapkan terus dilakukan sehingga dapat dimengerti oleh semua pihak, rencana ini demi kemajuan daerah.

Segala sesuatu mulai konsep hingga penyiapan lahan, proses administrasi, lalu faktor pendukung pembangunan RSUD lainnya, untuk dikerjakan secara matang dan baik. Karena ini akan menjadi fasilitas masyarakat Koltim dalam waktu yang lama.

“Meski kita daerah baru dibanding kabupaten lain, tapi fasilitas penting yang sangat dibutuhkan masyarakat seperti rumah sakit, harus kita wujudkan demi pelayanan prima kepada masyarakat kita. Semua harus proaktif, tak terkecuali dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat,” ujar bupati. (Iw)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *