KSK Targetkan Realisasi Capai 32 Triliun Tahun 2022, Terbesar di Sektor Pertambangan

  • Bagikan
Ketgam. Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa (KSK). Foto: Iwal/Kabaranoa.id

KABARANOA.ID: KONAWE – Kabupaten Konawe baru saja meraih prestasi gemilang, sebagai daerah peringkat ketujuh se-Indonesia, dengan realisasi investasinya sebesar Rp20,06 triliun selama tahun 2021.

Keberhasilan ini tak lepas dari jurus jitu Bupati, Kery Saiful Konggoasa, memancing lalu membuat nyaman para investor sehingga betah di Konawe.

Mantap dengan pencapaian angka Rp20,06 triliun, KSK sapaan akrab Bupati Konawe, rupanya tidak berhenti untuk meningkatkan investasi daerah, khususnya di bidang pertambangan.

Kepada awak media beberapa waktu lalu, ia mengungkapkan bahwa realisasi investasi bakal bertambah. Jika tahun 2021 hanya Rp20,06 triliun, maka 2022 targetnya sebesar Rp32 triliun.

Target besar ini bukan tanpa alasan. Selain makin menterengnya para pengusaha lama, nyatanya investor baru juga mulai menjajaki investasi di Kabupaten Konawe.

Investor lama yang mulai bergerak maju, salah satunya yakni PT. Virtue Dragon Nickel Industrial Park (VDNIP). Perusahaan mega industri ini tak henti-hentinya membuat kejutan.

Terakhir, pihak manajemen PT. VDNIP mengumumkan bakal melakukan penerimaan karyawan sebanyak 60.000 orang. Hal ini selaras dengan makin majunya perusahaan.

Berikutnya PT. St. Nickel Resource yang beroperasi di Kecamatan Pondidaha hingga Amonggedo. Perusahaan ini bahkan membuka jalan sepanjang 17 kilometer, tembus ke kawasan PT. VDNIP.

Selain pengusaha lama, deretan investor baru kata bupati, mulai berusaha di beberapa tempat, antara lain masuknya 14 Izin Usaha Pertambangan (IUP) di Sonai, Kecamatan Puriala.

“Kita mau bikinkan jalan dari Sonai tembus kesini, tembus Amonggedo malah. Jadi dari Sonai itu hampir 100 kilometer, kita putus hanya 14 kilo 650 meter,” jelasnya.

Tak dipungkiri, sektor pertambangan menjadi penyumbang tertinggi dalam realisasi investasi daerah. Namun kata KSK, bidang lain juga mulai mengganas.

KSK bercerita, selama beberapa hari terakhir, begitu banyak pengusaha yang menyambangi dirinya untuk bertukar pikiran, baik bidang pertanian, maupun perikanan.

“Ada banyak, salah satunya ada pengusaha tambak udang. Jadi dia paparkan satu hektar tambak itu, sekali panen bisa sampai 20 miliar rupiah,” ucapnya.

Bupati mengaku, target sebenarnya bukan 32 triliun rupiah, tapi lebih besar lagi. Namun karena adanya masalah Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Konawe, maka beberapa peluang investor terhambat.

“Seperti di Routa itu untuk pabrik baterai, ada hambatan. Makanya kita berupaya ubah sebagian wilayah di sana jadi kawasan industri. Kalau sudah berubah RTRW maka aman,” tutup KSK. (Wal)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *