Ketua DPRD Konawe Temukan Berbagai Masalah Saat Reses di Wonggeduku

  • Bagikan
Ketgam. Ketua DPRD Konawe saat reses di Kecamatan Wonggeduku. Foto: Kabaranoa.id

KABARANOA.ID: KONAWE – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Kabupaten Konawe, Ardin menggelar reses masa sidang I tahun 2020-2023 di Kecamatan Wonggeduku. Reses berlangsung di Aula Kecamatan Wonggeduku Rabu (14/9/2022).

Turut hadir dalam kegiatan ini, Camat Wonggeduku, Masruddin, S.Pd.,M.Pd., pihak Polsek Wonggeduku, para kepala desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, aparat pemerintah kecamatan, tokoh perempuan, serta warga lainnya dari beberapa desa yang ada di Kecamatan Wonggeduku.

Reses kali ini, Ardin banyak menyerap usulan warga, diantaranya adalah permintaan kepala SMP Negeri 2 Wonggeduku agar pemerintah daerah (Pemda), melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Konawe dapat memberikan fasilitas jaringan internet, sehingga siswa semakin lancar dalam melakukan pembelajaran dengan berbasis online.

Selain itu ada juga usulan masyarakat Desa Dawi-dawi tak tak kalah pentingnya. Mereka meminta agar pemerintah memberi perhatian terhadap bangunan SDN Dawi-dawi agar dilakukan rehabilitasi berat.

Ketgam. Masyarakat memadati reses Ketua DPRD Konawe di Wonggeduku. Foto: Kabaranoa.id

Salah satu perwakilan warga Dawi-dawi mengatakan, rusaknya gedung sekolah akibat bencana yang pernah dialami beberapa waktu lalu, sehingga kondisi bangunan hingga lantai sekolah sudah tidak layak untuk dipakai melaksanakan proses belajar dan mengajar.

Sejak rusaknya bangunan sekolah, para guru dan murid SDN Dawi-dawi tidak nyaman dalam melaksanakan proses belajar mengajar. Maka diharapkan Ketua DPRD Konawe mampu memperjuangkan aspirasi rehab sekolah.

Aspirasi lainnya, datang langsung dari Lurah Puuduria yang mengeluhkan kurangnya anggaran kelurahan yang diberikan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konawe, sehingga pelayanan kepada masyarakat juga kurang maksimal.

Lurah Puuduria pun berharap, melalui reses kali ini, dapat disampaikan dan mendapat perhatian dari Pemkab Konawe untuk menambahkan alokasi anggaran dana kelurahan.

Ketgam. Warga menyimak penyampaian Ketua DPRD Konawe. Foto: Kabaranoa.id

Selain beberapa usulan masyarakat terkait pembangunan infrastruktur, sejumlah masalah lain juga ditemukan dan disampaikan dalam forum reses ini, didominasi persoalan kasus sengketa lahan.

Salah satu masalah di lapangan yakni adanya sengketa tanah antara warga Desa Bungguosu, Dawi-Dawi, serta Tawarolondo yang hingga saat ini, telah sampai pada tahap sengketa di persidangan pengadilan.

Bukan hanya itu saja, masalah lain juga muncul yakni adanya laporan warga soal pegadaian sarana pemerintahan Desa Lalousu yang hingga saat ini sudah dilakukan penyitaan oleh pihak perbankan. Padahal, objek gadai merupakan milik masyarakat.

Meski menemukan banyak masalah, Ketua DPRD Konawe berharap semua permasalahan yang muncul di masyarakat agar diselesaikan secara bijaksana, serta diimbau agar tetap menjaga stabilitas keamanan.

Ketgam. Ketua DPRD Konawe saat memimpin paripurna beberapa hari lalu. Foto: Istimewa.

Khusus mengenai dugaan penjualan dan pegadaian aset daerah di Desa Lalousu, Ardin menanggapinya dengan geram. Ia pun menyampaikan bakal mengusut tuntas hingga ke ranah hukum.

“Jika benar adanya, itu tidak bisa didiamkan dan saya selaku Ketua DPRD akan turun langsung, kalau perlu saya akan buatkan laporan untuk segera ditindaklanjuti oleh aparat penegak hukum,” tegas Ardin.

Sementara soal beberapa usulan warga lainnya kata Ardin, dirinya akan coba membantu menyampaikan aspirasi dalam forum paripurna, dengan harapan untuk bisa dianggarkan di pembahasan bulan Oktober di anggaran perubahan atau di APBD 2023 mendatang.

Kemudian untuk usulan lainnya, Ketua DPRD menyahuti beberapa aspirasi masyarakat, berupa pembuatan saluran tersier di Desa Wawoone, Bantuan masjid dan juga Rehabilitasi Kantor Camat Wonggeduku.

Dalam kesempatan ini juga masyarakat Wonggeduku yang hadir memberikan dukungan kepada Ketua DPRD untuk maju kejenjang yang lebih tinggi dan berjanji akan memenangkan dalam pemilihan legislatif jika maju sebagai calon anggota DPR RI. (Adv)

Penulis: Iwal Editor: Redaksi
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *