Harapan Sembuh Akbar, ODGJ yang Dikurung Selama 15 Tahun

  • Bagikan
Kapolsek Pondidaha saat menyambangi Akbar yang dipasung. Foto: Anca/Kabaranoa.id

KABARANOA.ID: KONAWE – Seutas rantai mengikat kaki kiri Mukjiizat Akbar (34), dalam sebuah gubuk reot yang membatasi kebun jagung dan dapur rumahnya, di Desa Amesiu, Kecamatan Pondidaha, Kabupaten Konawe.

Akbar menderita gangguan jiwa sejak 15 tahun lalu setelah ayahnya meninggal. Sejak itu, Ibunya bernama Sarlian harus bertahan menghadapi dua keadaan, suaminya yang baru saja wafat dan anaknya di vonis sebagai orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).

Hidup menjanda dan belasan tahun merawat Akbar, Sarlian menopang hidup dengan bekerja sebagai buruh masak, di salah satu perusahaan pengolahan batu, hasil upah yang diterima hanya cukup untuk kebutuhan hidup dan membawa Akbar berobat sekali waktu.

Demi menghindari hal yang tidak diinginkan, keluarga sejak 15 tahun lalu memutuskan mengurung Akbar dalam gubuk, kemudian beberapa tahun berikutnya, ia dipasung di kaki kirinya.

“Kami dari Puskemas sudah berupaya membantu merawat anaknya dan menyalurkan sembako dan obat yang dibutuhkan, juga memotivasi keluarga agar sering berobat ke RSJ,” tutur Santi sayekti selaku Perawat Puskesmas Pondidaha, Program Kesehatan Jiwa.

Perjuangan Sarlian harus terhenti, ia meninggal dunia pada September 2022 lalu karena sakit diabetes. Pasca itu, Akbar ditemani adiknya Vita (33) yang harus membagi waktu mengurus Akbar dan bekerja sebagai penjual jagung rebus.

 

LANGKAH CEPAT KEPOLISIAN MEMBANTU AKBAR

Mengetahui informasi ini, Kapolsek Pondidaha Iptu Heru Purwoko, beberapa hari lalu, bergegas ke lokasi pemasungan. Ia langsung berkoordinasi dengan Pemerintah Kecamatan Pondidaha, Puskesmas dan Pemerintah Desa Amesiu agar Akbar memperoleh hak hidup layak tanpa harus dipasung, terlebih sang ibu yang belum lama meninggal dunia.

“Dengan kondisi setelah kita kunjungi, kami langsung berkoordinasi dengan Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Kota Kendari untuk meminta petunjuk agar secepatnya dilakukan perawatan khusus,” lanjutnya.

Setelah berkoordinasi dengan RSJ, diputuskan untuk mengevakuasi Akbar keesokan harinya pada Kamis pagi (20/10), sembari menunggu Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dari aparat desa.

“Setelah kami kunjungi kondisinya memang saat ini sudah agak baikan setelah beberapa kali pengobatan dulu, tetapi ini tetap butuh penanganan lebih serius, ini sudah 15 tahun alami gangguan jiwa, apalagi ibunya sudah meninggal,” jelas Eti Nurbiati Saranani, Camat Pondidaha.

 

PROSES EVAKUASI HINGGA TIBA DI RSJ

Proses evakuasi Akbar berhasil dilakukan pada Kamis pagi, menggunakan mobil Ambulans Puskesmas Pondidaha, hal itu dilaporkan oleh Bripka Yusuf Babinkamtibmas dari Polsek Pondidaha.

Akbar didampingi langsung oleh Camat Pondidaha, Eti Nurbiati Saranani, Kapolsek Pondidaha, Iptu Heru Purwoko, Kapus Pondidaha, Gunawan, Kades Amesiu, Jaenudin, serta tim medis Puskesmas.

“Mohon Izin komandan melaporkan pada hari Kamis tanggal 20 oktober 2022 jam 10.30 tiba di Rumah Sakit Jiwa Kota Kendari, didampingi oleh Pihak Keluarga yaitu adik kandungnya Saudari Vita,” tulis Yusuf dalam laporannya.

 

KELUARGA TAK MAMPU BAYAR TUNGGAKAN BPJS

Kades Amesiu, Jaenudin mengkonfirmasi status kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) milik Akbar telah menunggak setelah dicek oleh petugas RSJ.

Disinyalir akibat tunggakan itulah mendiang Ibu Akbar enggan melanjutkan pengobatan secara rutin ke RSJ dan memutuskan merawatnya sendiri.

“Ada tunggakan di kartu BPJSnya sekitar Rp 1.300.000, jadi kita akan uruskan bantuan di Dinas Sosial,” beber Kades.

Berdasarkan data Puskesmas Pondidaha, tercatat ada tiga puluh pasien ODGJ rawat jalan di tahun 2022, Akbar menjadi salah satu prioritas yang ditangani.

Kesembuhan bagi Akbar adalah doa khusyuk dan harapan panjang mendiang Ibunya yang berjuang menjaga Akbar, ditengah keterbatasan ekonomi membiayai hidup.

“Semoga bisa sembuh dan bisa hidup normal,” kata Santi Sayekti meniru perkataan Sarlian semasa hidup. (Anca)

Penulis: AncaEditor: Iwal Taniapa
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *