Dua Warga Ladongi Terancam Penjara Akibat Palsukan Sertifikat Vaksin

  • Bagikan
Ketgam. Pemeriksaan sertifikat vaksin di Kecamatan lambandia. Foto: Istimewa.

KABARANOA.ID – Dua warga yang berasal dari Kecamatan Ladongi, Rindayani dan Hafid Aryandi ketahuan memiliki sertifikat vaksin palsu.

Aksi keduanya terbongkar saat Pemerintah Kecamatan Lambandia dan Puskesmas bersama TNI dan Polri, menggelar pemeriksaan sertifikat vaksin di Pasar Desa Wonuambuteo, Kecamatan Lambandia, Kabupaten Kolaka timur (Koltim) Kamis (23/12/2021).

Atas temuan ini, personel Polsek Lambandia langsung mengamankan barang bukti dokumen palsu itu, lalu menyerahkan ke Polres Kolaka untuk ditindaklanjuti.

Kepala Puskesmas (Kapus) Lambandia, Gunawan, S.KM M.Kes, mengaku kecewa dengan adanya temuan ini. Disaat Tim Percepatan Vaksinasi mengebut demi target yang ditetapkan, masih saja ada oknum tak mengikuti aturan.

“Tega-teganya memalsukan sertifikat vaksin Covid-19. perbuatan seperti itu tentu sangat merugikan semua pihak. Temuan ini menjadi peringatan bagi seluruh masyarakat Koltim,” ucapnya.

Dijelaskan Gunawan, sertifikat vaksin kedua warga Ladongi ini diketahui palsu, berdasarkan hasil pemeriksaan melalui aplikasi Peduli lindungi.

“Bahayanya, jika seseorang menggunakan sertifikat vaksin Covid-19 palsu, maka dia bisa bebas melakukan mobilitas selayaknya orang yang telah mendapatkan vaksin Covid-19,” ungkapnya.

Ketgam: Kartu vaksin palsu milik dua warga Ladongi.Foto: Istimewa

Penegakan hukum terhadap pelaku sangat bermanfaat agar menjadi pelajaran bagi masyarakat, apalagi pemerintah sedang gencar bekerja demi memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Dijelaskannya, pemalsuan sertifikat vaksin Covid-19 ini, melanggar Pasal 30 dan 32 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016, tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

“Perbuatan tersebut diancam dengan pidana penjara enam tahun dan denda sebanyak 600 juta rupiah,” ucapnya.

Kapus menyampaikan, masyarakat tidak perlu ragu dan takut untuk menerima vaksin, karena sudah teruji aman dan bermanfaat dalam menangkal virus corona.

“Yang belum vaksin silahkan sampaikan ke pemerintah setempat, kami akan lakukan vaksinasi, daripada buat kartu vaksin palsu yang ujung-ujungnya merugikan diri sendiri,” katanya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *