DPD PAN Konawe Realistis, Bakal Calon Bupati 2024 Menunggu Hasil Survei

  • Bagikan
Ketgam. FPK-MTS bersama anggota DPRD Konawe dari PAN. Foto: Iwal/Kabaranoa.id.

KABARANOA.ID: KONAWE – DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Konawe dibawah kepemimpinan Fachry Pahlevi Konggoasa (FPK) bersama sekretaris, Muhammad Thariq Sabara (MTS), menggelar rapat bersama seluruh Ketua DPC, di Rumah PAN, Kelurahan Tuoi, Kecamatan Unaaha, Sabtu (22/1/2022).

Rapat ini juga dihadiri sejumlah anggota DPRD Konawe dari PAN, antara lain Ardin, Beni Setyadi Burhan, Nuryadin Tombili, Haryadi, Nuryadin Tombili, Sitti Nurianti, dan Marsuddin.

Pembahasan dalam forum ini cukup mendalam, terkait figur yang bakal diusung dalam perebutan kursi eksekutif tertinggi, di Kabupaten Konawe untuk tahun 2024 mendatang.

Banyaknya kader dari partai berlambang matahari terbit yang mumpuni di Konawe saat ini, menjadi teki-teki tersendiri terkait pengerucutan nama nantinya.

Berdasarkan pantauan Kabaranoa.id, setidaknya ada tiga kader PAN potensial yang saat ini diperbincangkan di masyarakat. Meskipun belum ada pernyataan sikap untuk maju bertarung, namun baliho dengan foto mereka masing-masing sudah bertengger di banyak titik.

Pertama ada Ardin. Pria bergelar doktor ini tengah sibuk menjalankan rutinitasnya selaku Ketua DPRD Konawe. Di lain sisi, balihonya di beberapa titik, terpasang tanpa lambang dan logo PAN.

Kader kedua, tentu Ketua DPD PAN Konawe, Fachry Pahlevi Konggoasa yang menjabat anggota DPR RI. Peluangnya besar, apalagi ayah kandungnya, Kery Saiful Konggoasa sukses menjadi Bupati Konawe selama dua periode.

Ketiga, Muhammad Thariq Sabara. Ia adalah putra sulung mendiang Wakil Bupati (Wabup) Konawe, Gusli Topan Sabara.

Meski baru memasuki dunia politik, namun melihat sepak terjang ayahnya, peluang Muhammad Thariq untuk berhasil dalam pertarungan nanti cukup besar.

Gusli sendiri semasa hidupnya, merupakan salah satu politisi dengan karir cemerlang. Ia bahkan berhasil meraih suara sebanyak lima ribu lebih, pada Pilcaleg 2014 lalu.

Perolehan ini menjadi rekor sebagai legislator pertama dengan perolehan suara terbanyak, sepanjang digelarnya Pilcaleg di Konawe. Suatu pencapaian yang tentu hampir mustahil dilampaui oleh legislator manapun di Konawe.

Dalam rapat konsolidasi, Ardin menjadi kader pertama yang menyinggung terkait bakal calon Bupati Konawe 2024. Hal itu ia bahas saat diberi kesempatan berbicara oleh moderator.

Ardin di hadapan seluruh kader, mengakui tengah berkenalan dengan masyarakat lewat baliho, perihal pencalonannya selaku Bupati Konawe 2024.

Meski demikian, ia pun mengaku tetap tegak lurus dengan keputusan partai. Sebagai Wakil Ketua DPD PAN Konawe, ia tetap menunggu arahan dari ketuanya, Fachry Pahlevi Konggoasa.

“Jangan dengar isu-isu diluar. Forum ini bagus sekali, kita dipanggil dan kita duduk bersama, sehingga semuanya beres. Kalau kita tidak duduk seperti ini maka bahaya, karena partai lain menginginkan kita untuk hancur,” ucapnya.

Ketua DPRD Konawe dua periode ini, menilai bahwa DPD PAN kedepan bakal lebih besar, karena dipimpin anak muda. Formasi ini menjadi motivasi bagi generasi penerus lainnya.

Pergerakan agresif dari anak muda kata Ardin, menjadi suatu langkah maju. Lalu kebersamaan dan kecintaan seluruh kader terhadap PAN, menjadi modal utama dalam mempertahankan prestasi yang ada.

“Kita tetap bersama. Jangan terpancing dengan isu dan pikiran orang lain. Ini selaras dengan perkataan almarhum (GTS-Red), losoito mataoleo (matahari telah terbit-Red). Selamat memimpin PAN, selamat memberikan karya-karya terbaik,” tutup Ardin.

Sementara itu, MTS saat diberikan kesempatan berbicara, tak sekalipun menyinggung terkait Pilkada 2024. Ia hanya memberikan semangat dan pengarahan teknis kepada para pengurus DPC, agar lebih paham arah PAN di Konawe kedepan.

Pria kelahiran 1998 ini pun memberikan pernyataan senada dengan Ardin bahwa seluruh aktivitas dan keputusan dari DPD PAN Konawe, dibawah komando Fachry Pahlevi Konggoasa.

“Hanya ada satu matahari PAN di Konawe yaitu saudaraku Fachry Pahlevi Konggoasa,” terang Bimo sapaan akrab MTS.

Pernyataan ini, tampak disahuti oleh seluruh kader dengan teriakan semangat, tanda setuju dengan Bimo.

Salah satu kader PAN di tingkat DPC bahkan mengajukan pertanyaan kepada Fachry, terkait figur yang bakal diusung nanti untuk Pilkada 2024. Ia meminta agar dalam rapat konsolidasi ini, ditetapkan satu nama sehingga kerja partai lebih terarah.

Pertanyaan ini dijawab Fachry Konggoasa. Ia mengatakan belum memutuskan dirinya bakal maju sebagai bakal calon bupati. Termasuk nama lainnya terkait Pilkada, tidak dibahas dalam forum ini.

Ia pun memberikan masukan terhadap Ardin, agar dalam melakukan perkenalan, harus memakai atribut PAN termasuk di baliho, sehingga identitas seluruh kader partai jelas di masyarakat.

Fachry selaku ketua, mengungkapkan bahwa sikap PAN tentu jelas dan realistis. Kader yang diusung nanti menunggu hasil survei yang bakal dilakukan internal partai kedepannya.

“PAN realistis. Siapapun yang tinggi surveinya, dia yang bakal kita usung untuk Pilkada nanti. Jadi semua baliho yang ada hanya tolok ukur individu saja. Tentu hal ini menguntungkan partai jika membawa nama PAN itu sendiri,” tutupnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *