DLH Konut Beri Teguran ke Perusahaan, Diduga Rusak Sumber Air Warga Lamondowo

  • Bagikan
Ketgam. Kepala DLH Konut, Rahmatullah. Foto: Istimewa.

KABARANOA.ID: KONUT – Masyarakat Desa Lamondowo, Kecamatan Andowia, menggeruduk Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Konawe Utara (Konut) pada Rabu (22/6/2022).

Kedatangan warga ini, akibat adanya perusakan sumber dan bak penampungan air di Desa Lamondowo, diduga disebabkan oleh perusahaan KSO-Basman dan PT BNN yang bergerak di bidang pertambangan nikel.

Koordinator Lapangan, Agus Dermawan, menyampaikan kepada pihak Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD), serta Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) unit XIX Laiwoi Utara, harusnya tidak tinggal diam dengan kejahatan terhadap hutan ini.

Justru sambung dia, jangan ada tebang pilih dalam proses hukum kehutanan, dimana diketahui KPHP adalah pejabat yang memiliki wewenang dalam melindungi hutan di wilayah tersebut, sesuai dengan tupoksinya.

Ketgam. Massa saat melakukan aksi demonstrasi. Foto: Istimewa.

“KPHP Laiwoi Utara harusnya tidak tinggal diam dengan kejahatan yang terjadi,” ucapnya dengan nada tinggi.

Sementara, Pj Kasi Perencanaan KPHP, Akbar Saipi menuturkan dirinya akan menyampaikan tuntutan massa aksi kepada pimpinannya.

“Saya hanya pengawasan saja, namun yang mengambil semua keputusan adalah Dinas Kehutanan Provinsi,” terangnya saat menerima massa aksi.

Menanggapi ini, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Konawe Utara (Konut), Rahmatullah mengatakan bahwa pihaknya beberapa waktu lalu, turun lapangan ke salah satu aliran sungai di Desa Lamondowo.

Ketgam. Rahmatullah saat menemui massa aksi. Foto: Istimewa.

Hal ini sebagai tindak lanjut dari laporan masyarakat kepada pihak Polres Konut. DLH Konut kemudian melakukan pengambilan sampel di salah satu aliran sungai, kemudian dilakukan uji laboratorium.

Hasilnya, airnya tidak tercemar karena tidak ada unsur kimia. Namun lagi-lagi fakta fisik di lapangan, air itu tidak bisa lagi digunakan untuk keperluan masyarakat.

Berdasarkan fakta lapangan ini kata Rahmatullah, pihaknya mengambil jalan tengah untuk melakukan mediasi antara perusahaan dengan masyarakat. Namun karena tidak ada titik temu, DLH Konut melayangkan teguran kepada PT Antam sebagai pemilik IUP.

“Kami tidak melakukan teguran kepada pihak lain namun kepada Antam. Tembusannya kami sampaikan ke beberapa instansi, termasuk juga kepada pihak Polres Konut dan DPRD Konut,” tutup Rahmatullah.

Penulis: Iwal TaniapaEditor: Redaksi
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *