Disdalduk KB Kolut Bersama Faskes Sepakati MoU

  • Bagikan
Penandatangan Kesepahaman Bersama (MoU) terkait Pelayanan KB antara Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Disdalduk-KB) Kabupaten Kolaka Utara (Kolut) yang diwakili Kepala Dinas Hj. Hasrayani, SP dan 16 Fasilitas Kesehatan (Faskes).
Penandatangan Kesepahaman Bersama (MoU) terkait Pelayanan KB antara Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Disdalduk-KB) Kabupaten Kolaka Utara (Kolut) yang diwakili Kepala Dinas Hj. Hasrayani, SP dan 16 Fasilitas Kesehatan (Faskes).

KABARANOA.ID: LASUSUA – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Disdalduk-KB) Kabupaten Kolaka Utara (Kolut) yang diwakili Kepala Dinas Hj. Hasrayani, SP dan 16 Fasilitas Kesehatan (Faskes) se-Kabupaten Kolut melakukan penandatangan Kesepahaman Bersama (MoU) terkait Pelayanan KB.

Penandatangan MoU dilangsungkan di Kantor Bupati Kolut yang dihadiri seluruh Kepala Faskes Puskesmas se-Kabupaten Kolut dan disaksikan Asisten III Pemda Kolut Muh. Idris, AR. MS, Selasa (21/9/2021).

Penandatangan ini dilaksanakan serentak secara virtual yang diikuti 8 provinsi dan 118 kabupaten.

Dengan kerjasama ini pelayanan KB bisa lebih mudah dilakukan setiap masyarakat karena tersedianya fasilitas KB di tiap Faskes atau Puskesmas. Nantinya tiap Faskes akan didistribusi alat pelayanan KB, semisal alat kontrasepsi oleh Disdalduk-KB.

Selain pelayanan, setiap Faskes akan membuat laporan perkembangan pelayanan melalui aplikasi yang disediakan yaitu Aplikasi SIRIKA. Selain itu, Faskes juga bertanggung jawab untuk melakukan Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) kepada calon akseptor.

Kepala Disdalduk-KB Kolut Hj. Hasrayani, SP menerangkan kerjasama kesepahaman ini adalah bagian dari pelaksanaan program Bangga Kencana Nasional agar lebih maksimal pelasanaannya.

“Untuk kami di Kolut sudah bersama menandatangani kesepahaman bersama 16 Puskemas. Dan program ini mendapat dukungan penuh pemerintah daerah,” terangnya.

Dikatakan, target pelaksanaan KB untuk tahun 2021 di Kolut adalah 1200 akseptor namun baru tercapai 850 sesuai data per Agustus 2021. Dengan kerjasama ini diharapkan target itu bisa terpenuhi lebih cepat.

Olehnya, metode pendekatan yang akan dilakukan Faskes adalah setiap pelayanan seperti kesehatan ibu dan anak, pertolongan persalinan dan pelayanan KB, setiap ibu yang dilayani dipastikan telah dikonseling dan mendapatkan informasi dan edukasi tentang KB yang berkualitas.

“Sehingga, setiap calon akseptor bisa langsung mendapat pelayanan kontrasepsi yang diinginkan dan sesuai dengan target yang diharapkan,” ujar Hj. Hasrayani, SP.

Diungkapkan Hj. Hasrayani, SP, Disdalduk-KB Kolut sendiri sudah mengalokasi dukungan pelaksanaan program ini berupa alat dan obat kontrasepsi melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Alokasi Umum (DAU).

Selanjutnya, Disdalduk-KB akan menyediakan tenaga penyuluh keluarga berencana (PKB) penyuluh lapangan keluarga berencana (PLKB) pembantu pembina keluarga berencana Desa (PPKBD) kader keluarga berencana di Desa (Su-PPKBD) yang bertugas masing-masing wilayah kerja mulai tingkat kecamatan, desa hingga dusun. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *