Disapu Gelombang di Pantai Purirano, Pemancing Asal Mangga Dua Pulang Tanpa Nyawa

  • Bagikan
Ketgam: Tim SAR saat mengevakuasi Korban Foto: Istimewa

KABARANOA.ID: KENDARI – Nasib tragis menimpa Larahima (48), seorang warga Mangga Dua, Kota Kendari. Ia pamit untuk memancing dalam kondisi segar bugar, namun kepulangannya ke kediamannya harus diantar oleh rombongan tim SAR gabungan dalam kondisi tak bernyawa lagi.

Humas Basarnas Kendari, Wahyudi kepada awak media menjelaskan bahwa sebelumnya pada Kamis (23/12/2021) lalu, korban bersama tiga rekannya berangkat memancing ikan di sekitaran pantai Purirano.

Namun saat berada di lokasi siang hari, cuaca tiba-tiba berubah tak sesuai dengan harapan, terjadi angin kencang dan juga gelombang tinggi.

Gelombang ini lalu menghantam para pemancing. Rekan korban kesemuanya berhasil selamat, kemudian melaporkan kondisi membahayakan tersebut pada pihak keluarga.

Informasi keadaan korban yang membahayakan tersebut diterima pusat layanan SAR Kendari, sekira pukul 22.20 yang langsung direspon dengan menerjunkan personil pencarian dengan sejumlah alat pendukung.

“Tim yang terlibat dalam pencarian korban tersebut adalah Tim Rescue KKP Kendari, Polsek Soropia, Potensi SAR Soropia, warga sekitar dan pihak keluarga korban,” terangnya.

Ketgam: Korban saat dievakuasi dirumahnya.Foto: Istimewa

Dalam pencarian, kondisi gelombang laut cukup tinggi, hingga pencarian oleh tim Basarnas membutuhkan waktu lama. Korban ditemukan pada hari Sabtu (25/12/2021), pukul 07.15 Wita.

“Jenazah korban ditemukan terseret gelombang sejauh 1 mil laut, dari lokasi korban memancing,” ujarnya.

Lanjut Wahyudi, setelah dilakukan serangkaian kegiatan evakuasi, jenazah korban kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dilakukan pemakaman.

“Sabtu pagi ini pukul 08.20, operasi SAR terkait pencarian seorang pemancing di pantai Purirano, resmi ditutup,” pungkasnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *