Dampak Refocusing Anggaran Covid-19, Pemugaran Makam Raja Lakidende Belum Terlaksana

  • Bagikan
Ketgam. Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Konawe, Dr. Suriyadi, S.Pd., M.Pd,. Foto: Kabaranoa.id.

KABARANOA.ID: KONAWE – Makam Raja Lakidende yang terletak di Kecamatan Unaaha, Kabupaten Konawe, menjadi salah satu tempat yang disakralkan masyarakat Suku Tolaki.

Berdasarkan pantauan Kabaranoa.id, kompleks makam tersebut tampak tak terawat. Gerbang pintu masuk hanya susunan papan kayu polos, atapnya pun bocor.

Tak hanya itu, pagar yang sejatinya menjadi pengaman kompleks makam, serta menjadi pelindung dari berbagai hewan, juga sudah rusak.

Sebagian pagar hanya ditopang kayu, sedangkan yang lainnya sudah tidak terpasang lagi. Dilihat saksama, makam Raja Lakidende saat ini tidak lagi memiliki nilai estetika tinggi.

Melihat kondisi ini, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Konawe, Dr. Suriyadi, S.Pd., M.Pd, yang dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Rabu (26/1/2022), membenarkan tidak baiknya kondisi kompleks makam Raja Lakidende saat ini.

Tampak depan lokasi Makam ( Foto: Istimewa)
Ketgam. Tampak depan kompleks Makam Raja Lakidende. Foto: Istimewa.

Suriyadi menjelaskan, pemugaran kompleks makam Raja Lakidende, sejatinya menjadi prioritas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konawe melalui Disdikbud.

“Adalah kewajiban kami dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk mengusulkan program penganggaran, baik revitalisasi maupun pemugaran, dalam rangka pemeliharaan dan pelestarian cagar budaya. Itu tupoksi kami,” ucapnya.

Usulan itu sudah dilakukan Suriyadi, sejak dipercayakan selaku Kadis, baik itu ke pemerintah pusat melalui kementerian terkait, maupun daerah.

Berbicara pemerintah pusat lanjutnya, hingga saat ini belum ada kucuran yang turun ke Kabupaten Konawe, baik dalam bentuk bantuan fisik maupun berupa sejumlah dana.

Kemudian untuk Pemkab Konawe, pihaknya sudah beberapa tahun terakhir mengusulkan program, demi pemeliharaan situs sejarah dan budaya.

“Sejak 2019 kita usulkan, pas 2020 ada Covid-19, lalu proses penganggaran mengalami refocusing tahun 2020, 2021, bahkan saat ini di tahun 2022,” jelasnya.

Selain usulan dari Disdikbud Konawe, Suriyadi pun mengakui, revitalisasi sejumlah makam yang menjadi situs budaya, sudah digagas oleh almarhum Wakil Bupati (Wabup), Gusli Topan Sabara.

Namun hingga saat ini, rencana tersebut belum bisa direalisasikan, karena adanya keadaan yang tidak disangka, yakni merambahnya wabah Covid-19 secara nasional bahkan dunia.

“Jadi hingga tahun 2022 ini, Pemkab Konawe belum menyiapkan anggaran itu, karena kita masih dalam posisi refocusing. Semua kritikan dan saran kita terima, itu juga menjadi kewajiban kami,” terang Suriyadi.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *