Cuitan Warganet Ramai-ramai Dukung MTS Pimpin Konawe

  • Bagikan
Ketgam. Salah satu pendukung MTS dalam potongan video.

KABARANOA.ID: KONAWE – Kamis malam 5 Agustus 2021 lalu, Wakil Bupati (Wabup) Konawe, Gusli Topan Sabara (GTS) meninggal dunia di Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RS Konawe.

Masyarakat bersendu kala itu. Mulai dari sesama politisi, kalangan pejabat tinggi, Aparatur Sipil Negara (ASN), tokoh hingga masyarakat umum, berlomba mengucapkan bela sungkawa, baik secara langsung kepada keluarga, lewat karangan bunga, maupun melalui unggahan media sosial.

Pantauan Kabaranoa.id, disela duka, anak sulung almarhum, Muhammad Thariq Sabara (MTS), jadi pembahasan di dunia maya. Tak hanya memberikan semangat, warganet juga mengungkapkan asa agar MTS dapat melanjutkan cita-cita ayahnya.

Cuitan dimulai dari akun bernama Agus Mundu pada 7 Agustus lalu. Di grup facebook Konawe Kita, ia mengungkapkan harapannya agar MTS yang juga akrab disapa Bimo, mulai menjajaki dunia politik seperti mendiang GTS.

“Lanjutkan perjuangan bapakmu dinda MTS. Kami atau saya Insya Allah masih solid. Bila perlu adinda Bimo mendampingi bapak KSK menjadi wakil bupati sampai habis periode keduanya 2023, menggantikan almarhum GTS,” tulis Agus Mundu.

Postingan Agus Mundu ini mendapat 309 tanggapan, terdiri dari 255 tanda “suka” berwarna biru, 47 tanda “super” merah, enam memberikan “peduli” kuning, dan satu orang mengetuk tanda “sedih” kuning.

Unggahan Agus ini juga dibagikan sebanyak dua kali dan sejauh ini mendapat 31 komentar dominan positif, bentuk dukungan kepada Bimo.

“Sudah statement itumi yang ditunggu. Lanjutkan adindaku Bimo Sabara, saya tahu persis karaktermu persis dengan almarhum orang tua kita (GTS-Red) yang sangat kita sayangi,” tulis Ismhail, salah satu simpatisan Bimo.

Ketgam: MTS diundang masyarakat saat HUT Kecamatan Morosi

Senada dengan itu, akun lain bernama Aden Krisnan Jabar juga mendukung Agus Mundu dalam kolom komentar. Harapannya sama mendukung Bimo berkarir sebagai politisi.

“Wonggeduku solid. Terpenting jangan lupa kepada masyarakat kalangan bawah seperti bapak wakil bupati,” tulis Aden.

Seiring waktu berjalan, usai postingan dari Agus Mundu itu, duka pun melandai. Berbagai elemen masyarakat yang sempat meramaikan jagat facebook dengan kesedihannya, mulai hilang sekarang.

Pantauan Kabaranoa.id, media sosial facebook kembali riuh sejak akhir Oktober. Keramaian bukan lagi duka, namun transisi menjadi ungkapan semangat, bentuk dukungan kepada Bimo.

Salah satunya, dalam video berdurasi 17 detik yang dibagikan oleh akun bernama RelawanBimo Gusli Topan Sabara, memperlihatkan seorang ibu rumah tangga dengan berapi-api, berharap kepada Bimo agar melanjutkan perjuangan GTS membangun daerah.

“Kami ini keluarga Sampara, supaya Bimo untuk melanjutkan almarhum bapakmu, Gusli Topan Sabara. Lanjutkanlah kaya bapakmu dulu. Itu yang kita inginkan,” ucap ibu yang belum diketahui namanya itu.

Video ini kembali banjir tanggapan. 65 orang memberikan tanda “suka”, 45 “super”, tiga “peduli”, dan satu “sedih”. Selain itu juga dibagikan sebanyak 31 kali dan dikomentari 17 warganet berbeda dengan berbagai ungkapan dan emotikon semangat.

Di Grup Konawe Kita, video ini telah ditonton sebanyak 992 kali hingga hari ini Selasa (23/11/2021).

Lanjut ke postingan lain, ada cuitan dari akun Langgai Kurao pada 9 November, mengunggah foto Bimo dengan tulisan “Muhammad Thariq Sabara (BIMO) Putra Sulung almarhum Bapak Gusli Topan Sabara, ST.MM, #GTS #MTS_BIMO”.

Postingan ini lagi-lagi ditanggapi positif oleh lebih dari 200 warganet dan dikomentari puluhan orang. Dalam postingan Langgai Kurao yang lain terkait Bimo, selalu mendapat tanggapan positif dari ratusan orang.

massa yang tergabung dalam Keluarga Besar Organisasi Persatuan Suku Tolaki

Hingga berita ini diturunkan, postingan serupa tentang MTS alias Bimo, makin banyak di jagat facebook. Animo masyarakat begitu tinggi, menaruh harapan dan cita-cita demi pembangunan daerah.

Ditengah ramainya dukungan ini, Bimo sendiri mulai aktif melakukan berbagai kegiatan, baik diskusi, kegiatan sosial, maupun keagamaan, antara lain menghadiri HUT Kecamatan Morosi, diundang Garda Pemuda (Garpem) dalam turnamen sepak bola di Puriala pada bulan Agustus lalu, serta masih banyak lagi.

Masyarakat pun kini mulai berdatangan di kediaman Bimo, Ambekairi, Unaaha. Hampir setiap hari, siang dan malam, tetangga, kerabat, hingga simpatisan melepas asa bertemu MTS.

Terakhir, massa yang tergabung dalam Keluarga Besar Organisasi Persatuan Suku Tolaki Indonesia Tenggara, menyambangi MTS di kediamannya. Mereka berdiskusi terkait pembangunan sumber daya manusia (SDM).

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *