BPBD Konawe Sosialisasikan Penanganan Bencana

  • Bagikan
Ketgam:Kasi Kesiapsiagaan, Ali Khider , bersama Pemerintah Kelurahan Wawotobi, usai melaksanakan sosialisasi. Foto: Kabaranoa.id

KABARANOA.ID: KONAWE – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menggelar sosialisasi tata cara penanganan bencana di beberapa titik wilayah rawan di seluruh wilayah Kabupaten Konawe.

Salah satu kegiatan sosialisasi ini, berlangsung di Kantor Kelurahan Wawotobi, Kecamatan Wawotobi, Kabupaten Konawe, Jum’at (18/6/2022).

Mengangkat tema “Sosialisasi, Informasi dan Eduakasi (KIE) Penanganan Bencana di Daerah Rawan Bencana”, BPBD Konawe selain mengedukasi, juga melibatakan Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk mensimulasikan tata cara penanganan bencana.

Sosialisasi ini menyasar beberapa daerah di Kabupaten Konawe yang sering terjadi bencana. 10 Kecamatan diantaranya, Kecamatan Wawotobi, Meluhu, Pondidaha, Konawe, Lambuya, Sampara, Morosi, Bondoala, Anggaberi, kegiatan ini dumulai Kamis, (17/06/2022).

Ketgam: Sosialisasi penanggulangan bencana di kantor Kelurahan Wawotobi.Foto: Kabaranoa.id

Diantaranya adalah memberikan pengenalan saat menghadapi bencana. Kegiatan tersebut diikuti kepada aparat kelurahan, kepala lingkungan RT/RW serta beberapa masyarakat Kelurahan Wawotobi.

Kasi Kesiapsiagaan Ali Qhider mengatakan, sosialisasi ini untuk meningkatkan pengetahuan dalam menanggulangi bencana yang terjadi serta melakukan upaya-upaya tanggap bencana.

“Edukasi ini penting tentang bagaimana kesiapsiagaan menghadapi bencana didaerah masing-masing yang rawan bencana khususnya di ligkungan keluarga,”kata Ali Qider.

Dikatakan, kegiatan ini juga memberikan pemahaman kepada masyarakat agar mengetahui dan paham langkah apa yang akan dilakukan ketika terjadi bencana.

“Utamanya yang sering terjadi di kabupaten Konawe, seperti banjir, tanah longsor, puting beliung dan gempa bumi, kalau daerah bagian pesisir pantai itu yakni tsunami,” ucap Ali.

Sementara Lurah Wawotobi, Nining sangat mengapreasi kegiatan yang melibatkan warga keluarahan wawotobi, pasalnya, kegiatan ini sangat penting diketahui oleh seluruh masyarakat.

“Kami harap dengan sosialisasin ini, bisa memberikan edukasi yang bisa diterapkan nantinya jika ada bencana,” harap Nining.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *