APBMI Konut Puji KSO-MTT karena Berdayakan Pengusaha Lokal

  • Bagikan
Ketgam. Pertemuan KSO-MTT bersama legislator dan Kementerian ESDM pusat. Foto: Kabaranoa.id

KABARANOA.ID: KONUT – Dukungan terus mengalir dengan hadirnya PT. Lawu Agung Mining (LAM), dalam Kerja Sama Operasi Mandiodo, Tapunggaya, Tapuemea (KSO-MTT), di Kabupaten Konawe Utara (Konut).

Salah satu dukungan itu, datang dari Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia (APBMI) Konut yang memberikan apresiasi kepada KSO-MTT, karena memberdayakan pengusaha lokal.

Ketua DPC APBMI Konut, Alfian Tajuddin, kepada Kabaranoa.id, Sabtu (26/3/2022), mengungkapkan, hadirnya KSO-MTT sebagai mitra dari PT. Aneka Tambang (Antam) Tbk ini, menjawab kebutuhan masyarakat Konut.

“Dengan kehadiran perusahaan plat merah di Bumi Oheo ini, simpul-simpul usaha dengan sendirinya hadir menjawab kebutuhan ekonomi masyarakat,” ucapnya.

Dijelaskan Alfian, dirinya pada Kamis (24/3/2022), bersama masyarakat, menyaksikan langsung pertemuan antara Direktur PT. Antam Tbk, bersama Ketua Komisi VII DPR RI, Sugeng Suparwoto dan Kementrian ESDM RI, berlangsung di Desa Mandiodo, Kecamatan Molawe.

Alumni Fisip UHO itu, ikut memberikan masukan dan pandangan terhadap manajemen PT. Antam Tbk. Ia berharap, kedepannya para pengusaha lokal, dapat mandiri dengan diberikan ruang yang lebih luas, dalam mengelola sumber daya alam (SDA) Konut.

“Jujur saja hadirnya PT. Antam memberikan multi efek pada masyarakat, maupun para pengusaha lokal, melalui PT LAM dan KSO-MTT,” ucapnya.

Secara spesifik, pihak perusahaan diharap memberikan ruang khusus bagi pengusaha jasa bongkar muat. Kontraktor mining PT. Antam perlu ditegaskan agar memberikan kesempatan luas pada APBMI.

Hal tersebut penting, sehingga kontraktor mining fokus pada aktivitas penambangan, tidak perlu masuk pada wilayah bongkar muat, karena sudah ada asosiasi yang menghimpun di kegiatan bongkar muat.

Lebih lanjut, Alfian mewakili DPC APBMI Konut, turut mengundang Dirut PT. Antam, ESDM dan Komisi VII DPR RI, guna melakukan audiens lebih serius.

Tak hanya itu, APBMI turut menyarankan pada DPR RI agar persoalan regulasi yang menjadi penghambat, mendapatkan dukungan dari senator pusat, dalam memperjuangkan para pengusaha lokal yang ada di Konut.

Sementara itu, Ketua Komisi VII DPR RI, Sugeng Suparwoto menyarankan agar PT. Antam dapat berkomunikasi dengan baik dengan semua elemen, agar tercipta multi efek ekonomi.

Tentunya yang perlu diperhatikan yakni aspek lingkungan, sehingga masyarakat harus dilibatkan, demi terawatnya daerah. Lebih dari itu, komunikasi lintas sektor terus terjalin baik.

“Kami hadir ingin tahu persis masalahnya dan akan mencari jalan keluar atau problem solving. Bukan datang memperkeruh masalah. Pak Niko tadi sudah kita dengar beberapa masukan, ini yang harus dikomunikasikan semua,” ujar politisi Partai Nasdem itu.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *