Andi Adi Aksar Hingga Amran Sulaiman Jadi Saksi Kasus Korupsi Tambang di Konut

  • Bagikan
Ketgam: Foto : Istimewa

KABARANOA.ID – Kesungguhan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kian terlihat dalam mengungkap kasus korupsi oleh mantan Bupati Konawe Utara (Konut), Aswad Sulaiman.

Sejumlah nama besar, mulai dari mantan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Partai Gerindra Sulawesi Tenggara (Sultra), Andi Adi Aksar, hingga Direktur PT. Tambang Wisnu Mandiri, Bisman, diagendakan pemeriksaan sebagai saksi oleh KPK.

Dilansir dari media online Sindonews.com, Juru Bicara (Jubir) KPK, Ipi Maryati Kuding mengatakan bahwa pemeriksaan ketiga saksi oleh KPK ini, dilakukan di Polda Sultra, Rabu (17/11/2021).

Amran Sulaiman diperiksa dalam kapasitasnya sebagai Direktur PT. Tiran Indonesia, perusahaan bergerak di bidang pertambangan nikel yang salah satu lokasi usahanya yakni di Kabupaten Konut.

Lebih lanjut KPK menjelaskan, pemeriksaan saksi ini, terkait kasus dugaan korupsi pemberian Izin Kuasa Pertambangan Eksplorasi dan Eksploitasi serta Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi di Konut. Pemeriksaan sekaligus untuk melengkapi berkas penyidikan tersangka Aswad Sulaiman.

Aswad Sulaiman sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka pada tahun 2017 lalu, karena dugaan penyalahgunaan wewenang hingga menguntungkan diri sendiri, saat menjabat Bupati Konut.

Tersangka Aswad diduga telah menguntungkan delapan perusahaan tambang lewat pemberian kuasa perizinan pertambangan. Ia telah memuluskan SK kuasa pertambangan eksplorasi.

Dari proses tersebut, Aswad pun mendapatkan imbalan uang dugaan suap sebesar Rp13 miliar. Total kerugian negara dalam kasus Aswad, selama menjabat sejak tahun 2004 ini, mencapai angka 2,7 triliun rupiah.

Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui secara pasti, terkait apa yang bakal ditelusuri dari ketiga saksi tersebut. Namun komisi anti rasuah ini tengah serius menggali demi terangnya kasus korupsi tambang di Bumi Oheo.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *