Ajarkan Hidup Sehat, PENA Konawe Rutin Gelar Senam Zumba Tiap Minggu

  • Bagikan
Komunitas Pemuda Kreatif Konawe (PENA) bersama dengan sanggar senam My Body Studio (MBS).

KABARANOA.ID: KONAWE – Pelataran area kantor Bupati Konawe setiap minggunya dipadati peserta senam zumba. Sekitar 200 hingga 300-an orang selalu mengikuti senam yang bertujuan mengajarkan masyarakat hidup sehat.

Senam zumba ini diinisiasi Komunitas Pemuda Kreatif Konawe (PENA) bersama dengan sanggar senam My Body Studio (MBS). Acara yang rutin digelar tiap minggu sore ini sudah memasuki bulan kedua pelaksanaan.

Ketua PENA Konawe, Alfairien Rais menyebut inisiatif itu lahir dari keresahan kurangnya aktivitas atau kegiatan positif yang rutin dilakukan di wilayah Kota Unaaha. Padahal, masyarakat membutuhkan hiburan yang positif, sehat, dan terjangkau.

Dari situ, kata dia, dirinya bersama Ira Mapoet, Mavan (Lisa), Butet (Ardiah Djavino), dan Iwan Bou yang merupakan instruktur di MBS, memutuskan menggelar senam zumba. Karena masih kondisi Pandemi Covid-19 senam zumba dinilai paling pas, selain positif juga sehat sehingga bisa meningkatkan imunitas pesertanya.

“Masyarakat kan jenuh selama pandemi Covid-19 tidak ada kegiatan. Kenapa tidak kita buat suatu acara yang itu sifatnya positif dan bisa dinikmati semua kalangan dan seluruh masyarakat. Sehingga kita bisa kembali menumbuhkan semangat positif masyarakat,” kata Alfairien.

Alfairien menyebutkan jika kegiatan senam zumba ini sudah punya daya tersendiri selama digelar. Di awal-awal kata dia, pesertanya masih belasan orang, namun belakangan jumlahnya semakin bertambah sejalan dengan mulainya tersosialisasi kegiatan ini.

Hal ini menjadi bukti jika selama ini masyarakat membutuhkan kegiatan-kegiatan positif seperti yang sekarang digagas sahabat PENA Konawe bersama MBS. Apalagi, kondisi pandemi Covid-19 yang belum dicabut statusnya.

Alfairien mengungkapkan, acara senam zumba ini dilaksanakan secara swadaya dari anggota komunitas PENA Konawe dan MBS. Sehingga ia mengakui masih banyak kekurangan dalam kegiatan ini.

“Untuk peralatan saya gunakan milik pribadi saya, seperti sound system saya gratiskan. Kalau untuk listrik dan akomodasi intruktur kami meminta keikhlasan dari para peserta dan iuaran anggota komunitas,” ujar Alfairien.

Alfairien berharap pemerintah dan pihak-pihak lainnya bisa ikut membantu kegiatan ini. Apalagi ini berjuan positif dan terbuka untuk seluruh masyarakat. Ia mengaku, tak bisa seterusnya menjalankan kegiatan ini tanpa adanya bantuan dari pihak lain.

“Kalau mau acara ini terus berjalan, maka kami butuh bantuan semua pihak. Sewajarnya pemerintah bisa mendukung kegiatan yang positif seperti ini,” ucap Alfairien.

Ia pun menyayangkan jika sampai kegiatan ini nantinya selesai karena tidak mendapat dukungan, padahal banyak hal bisa diraup pemerintah maupun pihak lainnya jika kegiatan ini menjadi agenda rutin.

Dari sisi pemerintahan, dengan berkumpulnya masyarakat tentunya sosialisasi program pemerintah akan lebih mudah. Tentunya juga akan membantu perekonomian masyarakat yang berjualan di area pelaksanaan senam.

Dari sisi ekonomi, tentunya banyak usaha-usaha yang akan terbentuk dengan adanya kegiatan ini. Lapak-lapak UMKM bisa dibuat dan gerai-gerai promosi bisa didirikan.

Menurut Alfairien, dengan kegiatan ini komunitas lain akan termotivasi menggelar kegiatan serupa. Sehingga, kegiatan yang bisa dinikmati masyarakat bisa lebih bervariasi.

Alfairien juga berencana untuk mengelar kegiatan senam zumba ini dipagi hari, tentunya jika kegiatan ini benar-benar mendapat dukungan dari pemerintah dan pihak-pihak lainnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *